0-12-870x300

Subhanallah, Beberapa Fenomena Ini Bukti Kebenaran Al-Qur’an

“Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah 2:2)

Inilah sepenggal ayat al-Qur’an tentang kebenaran di dalamnya dan tidak ada keraguan dengannya.

Al-Qur’ān (Arab: القرآن ) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa al-Qur’an merupakan kitab penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi semua umat manusia, bagian dari rukun iman dan merupakan salah satu mukjizat Rasulullah SAW melalui perantara malaikat Jibril.

Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka supaya manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).

Salah satu keajaiban dalam al-Qur’an adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas al-Qur’an sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS. al-Hijr 9). Namun yang akan kita bahas disini ialah beberapa fenomena bukti kebenaran dalam al-Qur’an, yuk disimak guys!

1. Jasad Fir’aun yang Masih Utuh

1-22-300x275

Fir’aun merupakan gelar yang digunakan untuk para penguasa, pemimpin keagamaan dan pemimpin politik pada zaman Mesir kuno. Pada tahun 1975 presiden Perancis menawarkan kepada kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumi Firaun, Ramsess II, yang sangat terkenal.

Ramsess II diceritakan mati tenggelam di dalam Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa AS dan pengikutnya. Dipimpin oleh dokter Prof. Dr. Maurice Bucaille, penelitian ini berhasil menemukan fakta bahwa terdapat sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumi tersebut sebagai bukti besar bahwa Firaun mati akibat tenggelam di dalam laut.

Setelah medapati hasil penelitian itu Prof. Bucaille dengan mengejutkan beralih ke Islam.

“Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus 92).

2. Api di Dasar lLutan

2-16-300x228

Dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint pernah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut.

Para ilmuwan tersebut, menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 kilometer di lepas pantai Miami. Sbagovich bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian beristirahat di batu karang dasar laut. Di dasar laut itulah, mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu.

Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api didaratan, dan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran di daratan. Tidak tanggung-tanggung panasnya suhu api vulkanis didalam air tersebut ternyata mencapai 231 derajat celcius. Namun anehnya fenomena ini sudah dijelaskan al-Qur’an jauh sebelum mereka melakukan penelitian.

“Demi bukit. Dan kitab yang ditulis. Pada lembaran yang terbuka. Dan Demi Baitul Makmur (Ka’bah). Dan demi surga langit yang ditinggikan. Dan demi laut, yang di dalam tanahnya ada api.” (QS. At-Thur 1-6).

3. Pertemuan Dua Lautan

3-17-300x201

Fenomena alam aneh berupa dua lautan yang tidak bercampur di Selat Gibraltar telah mengundang keheranan sekaligus decak kagum dunia. Selat Gibraltar memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol.

Di selat itu terdapat pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda. Perbedaan itu akan sangat terlihat jelas dari warna lautnya. Bahkan ada garis batas yang memisahkan keduanya, dan uniknya air dari kedua sisi lautan itu tak bercampur satu sama lain.

Melihat fenomena tak lazim itu banyak ilmuwan tertarik untuk menelitinya. Hingga akhirnya ditemukan fakta bahwa penyebab tak bercampurnya air laut di sana akibat adanya perbedaan masa jenis air.
Namun jauh sebelum dilakukan penelitian tersebut Allah SWT sudah menjelaskannya dalam al-Qur’an yang berbunyi : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman 19-20).

“Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus,” (QS. al-Furqan 53). Subhannallah!

4. Gunung Pelangi

4-11-300x193

Adalah Danaxia Landform fenomana lanskap yang ditemukan di sebelah tenggara dan barat daya China, terdiri dari tebing-tebing lengkung warna-warni. Tepatnya berada di Kota Zhangye, di Provinsi Gansu, China. Gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning. Menariknya, di tempat itu tak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.

Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya. Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca.

Yang tak kalah menakjubkan, belakangan fenomena ini dikaitkan dengan salah satu surat dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surat Al Fathir ayat 27 di mana Allah SWT telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang berwarna-warni.

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (QS. Al-Fathir 27).

5. Hujan Darah dan Katak

5-10-300x126

Di India, para penduduk lokal daerah Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor. Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.

Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara sakura ini. Sampai saat ini tidak ada yang bisa menjelaskan fenomena tersebut selain bukti kebenaran al-Qur’an. Allah SWT berfirman : “Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. al-A’raf 133).

Meskipun artikel di atas terkesan heboh, tapi saya bukan termasuk orang yang suka mengaplikasikan (tathbîq) apa yang telah terjadi ke dalam al-Qur’an. Seolah-olah mencari kebenaran dan pembenaran dari luar untuk dimasukkan ke dalam al-Qur’an. Padahal tanpa kejadian itu semua, al-Qur’an tetaplah al-Qur’an yang kemuliaan dan kebenarannya tidak berkurang. Semoga dengan membaca tulisan diatas tingkat ke imanan kita semakin tinggi ya guys! Terima kasih.

Pengumuman

Tersedia berbagai permainan menarik tanpa didownload.