12 Lokasi Bunuh Diri Yang Menyeramkan

Bunuh diri sering dilakukan sebagai ungkapan rasa keputusasaan seseorang yang disebabkan oleh alasan tertentu seperti gangguan jiwa, depresi, asmara, hutang piutang ataupun ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang. Menurut organisasi kesehatan dunia ( WHO ), ada lebih dari satu juta kasus bunuh diri yang menyebabkan kematian setiap tahunnya. Ironisnya tindakan bunuh diri sering dilakukan di beberapa lokasi yang paling indah di dunia.

Jembatan dan tebing mungkin menjadi pilihan yang tepat bagi orang yang ingin mengakhiri hidupnya, tetapi pada kenyataannya melompat dari ketinggian adalah cara yang mengerikan dan menyakitkan untuk meninggalkan dunia ini. Well, inilah 10 lokasi tempat bunuh diri paling terkenal di dunia.

1. Jembatan Coronado, San Diego, California (USA)

coronado

Tinggi lengkungan jembatan Coronado membuat keindahan tersendiri, terutama pada malam hari. Namun sayangnya jembatan 200 kaki (60 meter) ini merupakan lokasi terpopuler bagi mereka yang ingin mengakhiri hidupnya. Dari tahun 1972 hingga tahun 2000, lebih dari 200 orang melompat ke bawah dan tewas seketika.

Psikolog mengatakan bahwa keindahan jembatan Coronado menjadikan ketertarikan tersendiri bagi mereka yang ingin mengakhiri hidupnya. Para ahli juga mengatakan bahwa melompat ke air termasuk elemen fantasi, pembangunan Coronado Bridge dimulai pada Februari 1967 dan kemudian dibuka untuk lalu lintas umum pada tanggal 3 Agustus 1969. Pembangunan jembatan yang dirancang oleh arsitek bernama Robert Mosher ini menelan biaya USD 50 juta atau sekitar Rp 572 miliar.

2. Jembatan Humber, (Ingrris)

humber

Penduduk yang tinggal dekat dengan jembatan Humber telah sering mendengar informasi tentang lokasi jembatan yang menjadi tempat orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya. Dalam setahun rata-rata 7 orang tewas di jembatan ini. Sejak 1981 (setelah jembatan dibuka) hingga tahun 2007, kira-kira 200 orang melompat ke perairan dingin di bawah jembatan ini. Ketinggian jembatan ini mencapai 98 kaki (30 meter).

Suatu peristiwa yang sangat mengerikan terjadi pada tahun 2005. Setelah pertengkaran panjang seorang istri dengan suaminya, seorang wanita berusia 28 tahun yang bernama Angela Schuman melompat dari jembatan yang sedang memeluk putrinya. Namun akhirnya selamat dari kematian setelah mendapatkan perawatan intensif dirumah sakit selama 2 bulan untuk menyembuhkan patah tulangnya.

3. Jembatan Sunshine Skyway, Tampa Bay, Florida (USA)

sunshine skyway

Jembatan Sunshine Skyway telah dibuka untuk umum sejak tanggal 20 April 1987 dan memakan biaya mencapai $244 juta. Jumlah rata-rata orang yang bunuh diri di jembatan ini hampir 9 orang per-tahun. Salah satu insiden yang terjadi di jembatan Sunshine terjadi pada Mei 2001, seorang pebisnis bernama Hanns Jones berusia 35 tahun saat itu telah putus asa terhadap tekanan bisnis di perusahaannya. Setelah mabuk berat dan bertengkar dengan istrinya, Jones pergi menaiki mobilnya ke jalan raya di atas jembatan Sunshine Bridge untuk mengakhiri hidupnya. Tepat setelah Jones melompat dia sadar bahwa hal ini merupakan kesalahan besar.

Walaupun beberapa tulang rusuk patah dan pendarahan internal pada paru-paru, ia dapat berenang ke batu di dekat salah satu sungai dibawahnya. Dia duduk di sana tanpa berbusana menunggu penyelamat datang dan sembuh setelah mendapat perawatan 1 minggu di rumah sakit.

4. Jembatan West Gate, Melbourne (Australia)

west gate

West Gate Bridge di Melbourne telah dinodai dengan tragedi sejak pertama kali dibuka pada tahun 1978. Jembatan yang runtuh dan membunuh pekerja sebanyak 35 jiwa sebagian besar dari mereka sedang makan siang. Menurut data polisi, setiap tiga minggu ada satu orang yang melompat dari jembatan ini dan berujung pada kematian di jembatan yang tingginya mencapai 190-kaki (58-meter).

Sebuah studi tahun 2000 oleh Royal Melbourne Hospital juga mengatakan bahwa ada 62 kasus yang terjadi antara tahun 1991 hingga 1998, dikatakan bahwa lebih dari 70 persen dari mereka yang bunuh diri memiliki penyakit mental dan sebagian besar mereka adalah pria.

5. Beachy Head, East Sussex (Inggris)

Beachy_Head

Ini adalah tebing yang indah dengan dilapisi batu kapur di dindingnya sekitar 162 m di atas permukaan laut dan salah satu tebing tertinggi di Ingrris. Walaupun lokasinya sangat indah, namun itu tak menghentikan niat orang-orang yang nekad mengakhiri hidup mereka di sini. Setiap tahun ada sekitar 20 orang yang mengakhiri hidupnya disini. Warga sekitar yang mengetahui lokasi ini menjadi lahan untuk bunuh diri berinisiatif membuat satu kelompok yang bertugas ber patroli di sekitar Beachy Head setiap harinya untuk membantu menyadarkan mereka yang ingin melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Niagara, Ontario (Canada), New York (USA)

Niagara Falls2

Salah satu air terjun tertinggi dan terindah di dunia ini banyak menyimpan cerita kelam, sayangnya pemandangan air terjun Niagara di perbatasan Ontario dan New York tidak hanya menjadi tujuan wisata yang terkenal. Setiap tahun sekitar 20-25 orang melompat ke dalam air yang bergejolak di bawah. Dari tahun 1856 hingga 2011 sebanyak 5.000 orang yang dilaporkan tewas karena terjun dari Niagara. Menurut psikolog Sandra Sanger, “ada daya tarik tertentu seseorang untuk melakukan bunuh diri di tempat yang romantis dan indah.” Dia mengatakan bahwa “ada juga rasa sakit hati dengan orang lain di saat-saat terakhir tepat sebelum bunuh diri terjadi.” Kebanyakan mereka yang bunuh diri di Niagara merupakan orang-orang yang putus asa karena masalah percintaannya.

7. The Gap, Sydney (Australia)

the gap

Semenanjung Selatan di Australia adalah lokasi keindahan alam tetapi juga ‘rumah’ untuk mereka yang ingin bunuh diri. Kesenjangan tebing yang curam menghadap laut Tasman membuat setiap tahunnya tercatat setidaknya sekitar 50 orang yang tewas akibat melompat dari atas. Melihat situasi seperti ini, kepolisian setempat berinisiatif untuk mengurangi jumlah kematian dengan memasang kamera pengawas di sekitar serta menyewa penjaga di sekitar untuk menjadi penasihat seseorang yang ingin mengakhiri hidupnya di tempat ini.

Sampai saat ini sudah banyak relawan yang disebut “Angel of the Gap,” termasuk pensiunan veteran Perang Dunia II yang bernama Don Ritchie yang menyediakan sendiri rumah konseling untuk mereka yang ingin bunuh diri. Ritchie akan mendekati orang di atas tebing yang muncul dan mengundang mereka ke rumah untuk membicarakan masalahnya sambil bersama menikmati secangkir teh. Sejak tahun 1964 Ritchie sudah menyelamatkan 164 orang dari usaha melakukan bunuh diri di lokasi ini.

8. Jembatan Nanjing Yangtze, Jiangsu (Tiongkok)

Jembatan Sungai Yangtze Nanjing

Jembatan yang berada di atas sungai Yangtze ini merupakan salah satu jembatan di Asia yang menjadi lokasi bunuh diri paling ideal. Panjang jembatan mencapai 1.576 m dengan tinggi 150 m. Selain menjadi maha karya bangunan, jembatan tersebut juga menjadi situs bunuh diri paling menonjol di Asia dengan lebih dari 2.000 kematian. Hal ini membuat polisi China menempatkan pengawas jembatan Yangtze untuk mencegah kasus bunuh diri. Selama 13 tahun terakhir pengawas yang bernama Chen sudah menyelamatkan 300 orang yang hendak mengakhiri hidup di jembatan itu.

Tindakan Chen Si itu menjadi inspirasi sebuah film dokumenter garapan Frank L Leonardo dan Jordan Horowitz. Kedua orang ini membuat film dokumenter berjudul The Angel of Nanjing untuk Journeyman Films yang memang dikenal sebagai tempat film-film dokumenter bermutu.

9. Jembatan Golden Gate, San Fransisco (USA)

golden gate

Jembatan Golden Gate di San Francisco telah menjadi ikon paling populer untuk aksi bunuh diri di dunia. Dengan ketinggian 75 meter, jembatan ini tak hanya memberikan pemandangan megah pejalan kaki namun sebagai tempat sempurna untuk mengakhiri hidup. Struktur bangunan 75 tahun ini telah menelan lebih dari 1.500 kasus bunuh diri sejak dibuka pada tahun 1937.

Menurut beberapa sumber, rata-rata kasus kematian akibat bunuh diri ada satu orang setiap dua minggu. Tahun terburuk adalah pada tahun 1995, ketika ada 45 kasus bunuh diri. Salah satu kasus yaitu seorang yang bernama Kevin Hines berusia 19 tahun mencoba bunuh diri disini pada tahun 2000 akibat depresi karena masalah percintaan, ia berangkat dari sekolah menuju Golden Gate untuk bunuh diri namun ia sempat diselamatkan oleh turis yang melintasi jembatan tersebut.

10. Gunung Mihara, (Jepang)

gunungmihara

Ini adalah salah satu lokasi terkenal di kawasan Jepang yang menjadi saingan dari hutan Aokigahara di kaki gunung Fuji yang menjadi lokasi bunuh diri terbanyak di dunia. Pada tahun 1933 ada sekitar 944 orang yang melompat dari tempat tersebut. Mihara sendiri merupakan sebuah gunung api aktif dengan lava yang bisa kamu temui dengan cara melompat di bibir kawah. Hampir satu dekade terakhir, melompat di lava panas menjadi cara favorit untuk bunuh diri.

11. Menara Eiffel, (Perancis)

eiffel

Menara Eiffel memiliki ketinggian sekitar 324 meter dan merupakan salah satu landmark yang paling dikenal di dunia sebagai simbol romantis kota Paris. Siapa sangka salah satu keajaiban dunia ini menjadi lokasi favorit mereka yang ingin bunuh diri? Kasus bunuh diri pertama di Menara Eiffel ini justru bukan kasus melompat tetapi kasus gantung diri di salah satu tiang penopang menara ini. Sejak 90 tahun berdiri, polisi mencatat ada 369 usaha bunuh diri, dimana ajaibnya dua di antaranya selamat. Bahkan ada cerita unik tentang seorang wanita yang selamat karena jatuh di atas atap mobil dan akhirnya menikah dengan sang pemilik mobil. Sedangkan orang kedua selamat karena tertiup angin.

12. Aokigahara, (Jepang)

aokigahara

Hutan indah Aokigahara juga dikenal sebagai lautan pohon dikarenakan banyak yang menduga bahwa pohon-pohon tersebut menjadi tempat tinggal roh-roh jahat. Hutan Aokigahara yang ada di kaki gunung ini justru menyandang reputasi seram seperti lokasi di film horor Jepang. Hutan tersebut adalah lokasi bunuh diri paling terpopuler di Jepang. Tak ada yang tahu alasannya. Namun sejak dahulu kala Aokigahara memang terkenal dengan cerita-cerita mistisnya.

Akibat seringnya terjadi bunuh diri sejak tahun 2007, pihak kepolisian setempat, warga lokal dan relawan dikerahkan tiap tahun untuk menyisir daerah ini dan mencari mayat yang dapat ditemukan. Dan bisa dibilang mereka tak pernah pulang dengan tangan hampa. Sekitar 50-70 mayat atau tengkorak bisa mereka temukan setiap tahunnya dalam penyisiran hutan tersebut. Bahkan pada 2003 angka itu meningkat hingga 100 mayat. Wow!

Apapun alasannya, bunuh diri bukanlah sebuah jalan keluar. Dari info di atas, saya justru mendapatkan kesimpulan bahwa ternyata harta, tahta dan wanita tidak menjamin seseorang hidup bahagia. Buktinya lokasi-lokasi di atas seluruhnya terletak di negara-negara terkaya di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *