8 Aksi Terorisme Paling Fenomenal di Indonesia

Akhir-akhir belakangan ini masyarakat Indonesia dibuat was-was dan waspada dengan keberadaan para teroris yang masih berkeliaran dengan aksinya yang telah banyak korban jiwa. Selain mengundang perhatian publik dan media, peristiwa ini juga menimbulkan simpati bagi para korban-korbannya. Indonesia sendiri memang sudah menjadi target terorisme dunia sejak dahulu. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyaknya serangkaian aksi terorisme yang sudah terjadi sejak era 90-an. Meski sejumlah gembong teroris sudah berhasil dilumpuhkan, aksi teror masih saja terjadi. Berikut daftar aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia, simak ya guys!

1. Woyla tahun 1981

Woyla-1-300x202

Garuda Indonesia di serang oleh teroris yang menyamar sebagai penumpang dan membajak pesawat DC-9 Woyla pada tanggal 28 Maret 1981. Dalam perjalanan menuju Medan setelah transit di Palembang dari penerbangan di Jakarta. Pesawat ini dibajak oleh 5 orang bersenjata yang mengaku sebagai Komando Jihad, 3 dari 5 teroris tersebut mengaku sebagai bagian dari penumpang pesawat Garuda Indonesia. Peristiwa tersebut merenggut 1 orang kru pesawat tewas, 1 orang penumpang tewas, dan 3 orang teroris tewas. Tragedi Woyla ini cukup membuat publik gempar, dikarena kan operasi ini melibatkan Kopassus yang notabene merupakan tentara-tentara pilihan Indonesia.

2. Bom Malam Natal tahun 2000

bom-malam-natal-300x166

Pada malam Natal 24 Desember 2000, terjadi serentetan serangan bom di sejumlah gereja di Indonesia. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah. Menurut informasi, rumah ibadah umat Kristen Katolik dan Protestan yang terkena ledakan adalah Gereja Katedral di Jalan Lapangan Banteng dan Gereja Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat. Sementara dari kawasan Jakarta Timur, Gereja Santo Yoseph, Matraman, Gereja Koinonia, Jatinegara, dan Gereja Persekutuan Oikumene, Halim juga diledakkan. Peristiwa yang sama juga terjadi di Gereja Kanisius di Jalan Menteng Raya. Ledakan itu terjadi pada jarak sekitar 30 meter dari tempat perayaan kebaktian malam Natal. Menurut informasi, di lokasi ini telah terjadi dua kali ledakan yang berselang hanya dua menit. Diperkirakan, sudah delapan orang yang langsung diangkut ke rumah sakit terdekat. Sedangkan delapan mobil yang tengah diparkir di dua jalur jalan tersebut juga telah terbakar. Namun, bom ini bukan lah ada di Jakarta saja. Bom ini serentak meledak di Batam, Pekanbaru, Bandung, Mojekerto, Mataram dan Medan. Korban peledakan bom yang terjadi nyaris serentak di malam Natal mencapai 29 orang tewas dan 95 orang luka berat.

3. Bom Bali tahun 2002

bom-bali-1-300x225

Bom Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I) adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Akibat tiga ledakan ini, 202 orang meninggal dan 209 orang lainnya luka-luka atau cedera. Dari 202 korban tewas tersebut, 164 orang di antaranya merupakan warga asing dari 24 negara dan 38 orang lainnya Warga Negara Indonesia. Pengeboman kali ini merupakan paling dahsyat yang terjadi di Indonesia dan hampir seluruh dunia meliput berita ini.

4. Bom Kedubes Australia 2004

australia-300x166

Pada 9 September 2004 sebuah bom mobil meledak di depan kedubes Australia pada pukul 10.30 WIB di kawasan Kuningan, Jakarta. Merujuk pada lokasi kejadian, peristiwa ini dikenal juga dengan nama Bom Kuningan. Akibat dari peristiwa tersebut, 9 orang tewas dan 161 lainnya luka-luka dan juga menghancurkan sebagian gedung kedubes Australia tersebut.

5. Bom Bali II tahun 2005

bali-2-300x209

Pada 1 Oktober 2005 kembali terjadi tiga kali pengeboman di Bali. Satu ledakan terjadi di Kuta dan dua lainnya di Jimbaran. Akibat serangan teror yang lazim disebut sebagai Bom Bali II itu, 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Seperti Bom Bali I, kebanyakan korban yang tewas pada Bom Bali II adalah warga asing.

6. Bom Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton tahun 2009

jw-300x183

Peristiwa bom bunuh diri terjadi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 17 Juli 2009, lebih tepatnya di hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton. Peristiwa ini menewaskan 9 orang korban dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, korban dari warga Indonesia maupun warga asing.

Peristiwa ini terjadi sembilan hari sesetelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia serta dua hari sebelum rencana kedatangan tim sepak bola Manchester United di Hotel Ritz-Carlton yang akan melakukan pertandingan melawan tim Indonesian All Star pada 20 Juli 2009.

7. Bom Sarinah tahun 2016

sarinah-300x190

Bom Sarinah merupakan serentetan peristiwa bom sebanyak enam kali ledakan dan juga teror penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta pada tanggal 14 Januari 2016. Ledakan terjadi di dua tempat, ledakan pertama terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah dan sebuah Pos Polisi di depan Plaza Sarinah tersebut.

Sedikitnya delapan orang, empat dari pelaku penyerangan teror dan empat warga sipil dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini. Tujuh orang terhitung terlibat sebagai pelaku penyerangan Bom Sarinah dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan Teror di Kawasan Sarinah ini.

8. Bom Terminal Kampung Melayu tahun 2017

kampung-melayu-300x173

Teror bom yang ke sekian kalinya ini adalah bentuk dari kebiadaban, musuh semua agama dan menistakan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini karena teror tidak mengenal agama dan keyakinan, bisa mengenai siapa saja tanpa terkecuali. Kepolisian menduga ledakan itu adalah berupa bom bunuh diri dengan menggunakan bom panci. Dipastikan dua terduga pelaku teror, ikut tewas di lokasi kejadian. Puluhan warga luka-luka serta tiga korban tewas merupakan anggota kepolisian yang sedang melakukan tugas pengamanan di lokasi pawai umat Muslim menjelang bulan Ramadhan. Organisasi ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam aksi teror tersebut.

Well, aksi-aksi tersebut merupakan aksi yang tidak bertanggung jawab dan juga melanggar Hak Asasi Kemanusiaan guys. Agama manapun tidak pernah mengajarkan seseorang untuk melukai dan juga membunuh sesama makhluk yang tidak bersalah. Nah guys, marilah kita berdoa untuk para korban-korban yang sudah gugur akibat bom-bom dahsyat ini. Semoga tulisan di atas dapat menambah wawasan Anda ya guys, terima kasih.