5 Kuburan Massal Paling Mengerikan Akibat Aksi Pembantaian, Termasuk Indonesia

Dalam sejarah dunia, kejahatan yang ditujukan untuk memusnahkan suatu suku atau kelompok disebut genosida atau genosid. Namun, saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang dan berikut ini adalah kuburan-kuburan massal yang paling mengerikan akibat aksi pembantaian massal di dunia.

1. Pembantaian Vukovar

1-11-300x213

Pembunuhan Vukovar atau Vukovar masacre adalah kejahatan perang yang terjadi pada 18 November 1991 sampai 21 November 1991 di kota Vukovar, sebelah utara Kroasia. Kota ini terletak di perbatasan Kroasia, Serbia dan Montenegro. Lebih 200 orang kebanyakan orang Kroasia (termasuk orang sipil dan tentara tawanan) telah dibunuh dengan kejam. 194 orang telah diidentifikasi, dibunuh oleh tentara Serbia dan Montenegro dibantu oleh Tentara Yugoslavia (JNA).

Pemimpin tentara Yugoslavia dipimpin oleh Veselin Šljivančanin dan Mile Mrkšić telah didakwa karena peran dan tanggung jawab mereka dalam merencanakan pembantaian dan dihukum oleh Pengadilan Kejahatan Antabangsa pada tahun 2007. Jaksa sebut mereka didakwa karena termasuk otak pembunuhan dengan korban mencapai 264 jiwa.

2. Pembantaian Muslim Bosnia

22-2-300x166

Perang di Balkan terjadi menyusul runtuhnya Yugoslavia. Segala kejahatan perang, termasuk pembunuhan dan genosida, membuatnya menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Sekitar 130 ribu dan 140 ribu orang diperkirakan tewas dalam konflik 4 tahun yang berlangsung sejak 1991 yang berujung pada kemerdekaan Slovania dan Kroasia.

Namun, perang di Bosnia dan Herzegovina, yang dimulai setahun kemudian, menjadi yang paling biadab.

Ini adalah konflik pertama sejak Perang Dunia II yang secara formal dinilai sebagai genosida. Banyak tokoh kunci yang kemudian didakwa dengan kejahatan perang oleh Pengadilan Kriminal Internasional PBB. Sejumlah orang tewas dalam kamp konsentrasi ala Nazi yang didirikan dekat Prijedor.

Temuan kuburan terbaru membuat aparat berharap, 1.200 orang yang dinyatakan hilang dalam perang akan ditemukan di dalamnya. Para korban akan menjalani pencocokan DNA dari sampel yang diambil dari para korban.

Vahida Behlic (51) menangis tersedu saat melihat para ahli forensik berpakaian seragam putih dan bersepatu hijau dengan hati-hati mengangkat kerangka-kerangka. Bisa jadi salah satu belulang di sana adalah ibunya, Fatima yang berusia 60 tahun saat kejadian.

3. Pembantaian Pol Pot

3-300x199

Kamboja juga pernah mengalami peristiwa berdarah yang merenggut hampir 2 juta penduduknya. Pembantaian besar-besaran yang terjadi di Kamboja saat itu dilakukan oleh Khmer Merah atau juga sering disebut Khmer Rouge (dalam istilah Perancis). Tentara ini menjadi sayap militer dari Partai Komunis Kamboja yang beraliran Maois.

Peristiwa berdarah tersebut dimulai pada tahun 1975, ketika pasukan gerilya yang dipimpin oleh Pol Pot berhasil menaklukkan ibukota Kamboja, Phnom Penh. Dia kemudian mengosongkan kota, mengambil paksa anak-anak dari orang tuanya, menghapuskan agama, dan menutup sekolah-sekolah. Bisa dibilang, masa-masa kepemimpinan Pol Pot di Kamboja menjadi hari paling kelam di negara tersebut.
Karena ingin memurnikan Kamboja, Pol Pot juga memerintahkan Khmer Merah untuk membunuh dan menganiaya etnis minoritas seperti China, Muslim, Vietnam, dan Thailand. Menariknya, walau Pol Pot telah terbukti melakukan banyak kejahatan selama kepemimpinannya, dia baru resmi dihukum pada tahun 1997 dan dijatuhi hukuman tahanan rumah seumur hidup. Sebagai pelaku genosida dengan jumlah korban yang mencengangkan dan mempunyai 20.000 kuburan massal di bawah kepemimpinannya, yang berisi minimal 1,38 juta mayat.

4. Pembantaian Holocaust

4-4-300x169

Peristiwa berdarah ini dimulai pada tahun 1933, saat Adolf Hitler (pimpinan Partai Nazi) berkuasa di Jerman. Dan Holocaust pun berakhir pada tahun 1945, setelah Nazi berhasil ditaklukkan oleh sekutu. Selama periode itu, diperkirakan ada sekitar 11 juta orang meninggal karena dibunuh dan disiksa. Pembunuhan tersebut terjadi di seluruh negara Jerman dan wilayah yang menjadi jajahan negara itu.

Korban dari kekejaman tentara Nazi bukan hanya orang Yahudi, namun juga orang gipsi, homoseksual, saksi-saksi Yehuwa, dan para difabel. Bahkan, siapa pun yang secara terang-terangan menentang Nazi akan langsung dieksekusi atau dimasukkan ke kamp kerja paksa. Tercatat ada sekitar enam juta orang Yahudi yang tewas selama Holocaust atau dua-pertiga dari orang Yahudi yang hidup di Eropa.
Orang-orang Yahudi mulai ditahan dan dipindahkan ke kamp-kamp konsentrasi Nazi. Para tahanan dipaksa untuk melakukan pekerjaan fisik yang sangat berat, tapi hanya diberi sedikit jatah makan. Alhasil, banyak dari mereka yang mati karena sakit, kelaparan, dan banyak juga yang dipindahkan ke kamp pemusnahan. Kamp pemusnahan dibangun untuk membunuh tahanan dalam jumlah besar dengan cepat dan efisien.

5. Pembantaian Mandor

5-4-300x202

Peristiwa Mandor adalah sebuah peristiwa kelam yang pernah terjadi di Indonesia, peristiwa ini terjadi pada tahun 1943-1944 di daerah Kalimantan Barat.

Sewaktu itu, pihak Jepang sudah mencurigai bahwa di Kalimantan Barat dan Selatan ada komplotan-komplotan yang terdiri atas feodal lokal, cerdik pandai, ambtenar, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rakyat jelata, dari berbagai etnis, suku maupun agama. Sehingga komplotan-komplotan tersebut dihancurkan dengan penangkapan-penangkapan. Penangkapan-penangkapan tersebut terjadi antara September 1943 dan awal 1944.

Menurut data yang ada, jumlah korban dari peristiwa Mandor tersebut adalah ± 21.037 orang, namun Jepang menolaknya dan menganggap hanya 1.000 korban saja. Peristiwa mandor terjadi akibat ketidaksukaan penjajah Jepang terhadap para pemberontak. Karena ketika itu Jepang ingin menguasai seluruh kekayaan yang ada di Bumi Kalimantan Barat. Sebelum terjadi peristiwa Mandor terdapat peristiwa cap kapak dimana kala itu pemerintah Jepang mendobrak pintu – pintu rumah rakyat mereka tidak ingin terjadi pemberontakan di Kalimantan Barat. Meskipun demikian ternyata menurut sejarah yang dibantai bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal namun juga rakyat-rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa.

Jepang memang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalimantan Barat kala itu. Sebuah harian Jepang Borneo Shinbun, koran yang terbit pada masa itu, mengungkap rencana tentara negeri samurai itu untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang.

Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu.

Nah guys, sekarang udah tau kan kuburan massal di dunia akibat dari aksi pembantaian paling sadis yang pernah ada. Menurutmu apa hukuman yang pantas buat mereka?