Yuk Baca 8 Kriteria Aneh Menjadi Wanita Cantik Di Berbagai Negara

Bagi seorang wanita kecantikan merupakan anugerah terindah yang dimilikinya. Kalau tolak ukur kecantikan secara umum sih kamu pasti udah tahu. Tinggi, putih, hidung mancung, gigi rapi, langsing, mata bulat dan lain sebagainya.

Tapi ya balik lagi, seorang cewek bisa dikatakan cantik atau enggak itu relatif, tergantung orang yang melihatnya. Namun di beberapa daerah di dunia kecantikan merupakan hal yang wajib dimiliki seorang wanita, tetapi bukan dengan ciri-ciri di atas loh! Berikut cara-cara unik wanita di berbagai belahan dunia untuk memenuhi kriteria cantik, dibaca ya guys!

1. Leher jenjang

leher-jenjang-300x206

Saat berkunjung ke bagian utara Thailand, salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan adalah desa tempat tinggal Suku Karen. Ini adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Thailand selain juga Lahu Shi Bala, Palong, Hmong, Kayaw, Akha, dan Mien.

Karen menjadi salah satu suku yang diincar wisatawan karena tradisi uniknya. Para wanita Suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukan kawat yang terbuat dari kuningan. Di Thailand ada beberapa desa wisata tempat turis melihat Suku Karen, salah satunya Baan Tong Luang di Chiang Mai. Para wanita Suku Karen mengenakan kalung bertumpuk-tumpuk. Mereka melakukan tradisi ini sejak masih gadis. Semakin panjang leher, semakin cantik mereka di mata pria.

2. Gemuk

gemuk-300x217

Bertolak belakang dengan apa yang kita yakini selama ini bahwa tubuh langsing merupakan salah satu standarisasi buat para cewek yang ingin dibilang cantik, namun berbeda di negara Mauritania. Kalau di sekitarmu cewek gendut sering dijadikan bahan olok-olokan, maka di Mauritania cewek gendut selalu dikejar-kejar. Karena bagi pria Mauritania, perempuan yang gemuk melambangkan kecantikan. Semakin gemuk maka semakin menarik ia di mata pria. Bahkan sejak kecil mereka dipaksa makan agar bisa gemuk. Jika menolak, mereka akan dihukum sampai mau makan kembali. Apalagi kalau udah masuk masa mencari jodoh, mereka harus gemuk agar bisa menarik perhatian kaum pria di Mauritania.

3. Bibir melar

bibir-melar-300x220

Tradisi ini dikenal dengan nama Lip Plate. Bagi perempuan suku Mursi di Etopia, tolak ukur kecantikan adalah seberapa lebar dan melar bibir mereka. Semakin besar lempengan besi berbentuk piring yang bisa dimasukkan ke dalam bibirnya, maka semakin menarik mereka di mata pria. Ukuran lempengan besi berbentuk piring ini juga melambangkan status sosial dari si cewek tersebut, semakin lebar piringannya maka semakin tinggi lah wibawa wanita tersebut.

4. Gigi gingsul

cd

Kalau di Indonesia merapikan gigi dengan kawat gigi atau behel merupakan satu tren untuk menjaga gigi agar terlihat lebih cantik. Namun berbeda di negara Jepang yang memandang bahwa cantik itu adalah cewek dengan gigi gingsul. Bentuk gigi ini disebut dengan yaeba. Cewek dengan gingsul dianggap kelihatan lebih cantik ketika tersenyum. Karena ini, banyak orang yang ke dokter gigi untuk membuat gigi seperti ini.

5. Jidat atau dahi lebar memanjang

jidat-lebar-300x231

Salah satu ciri khas penting yang harus dimiliki seorang wanita di suku Fula, Afrika adalah kening yang lebar atau tinggi. Tak heran jika banyak dari mereka yang rela menggunduli rambut bagian atas keningnya sehingga terlihat besar. Bahkan banyak dari mereka yang rela menggunakan topi memanjang dengan warna kulit agar bisa menciptakan ilusi jika kening mereka memanjang ke atas. So bagi kamu cewek dengan jidat yang lebar bersyukurlah karna pria suku Fula di Afrika akan menerima Anda dengan senang hati.

6. Pinggang yang begitu tipis

corset-pinggang-194x300

Setiap wanita pasti ingin terlihat langsing dengan pinggang kecil dan seksi. Di era abad pertengahan di Eropa, para wanita menggunakan korset untuk memperoleh pinggang yang seksi. Namun pemakaian korset ini benar-benar ekstrim. Mereka memakainya sangat ketat hingga mencekat aliran udara. Bagaimanapun wanita yang memakai korset selama berjam-jam cenderung akan pingsan.

Tren pemakaian korset ini mulai memudar ketika dokter menyatakan bahwa korset menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti perpindahan hati, atrofi otot, dan jantung dan kerusakan paru-paru. Namun zaman itu, wanita yang memiliki pinggang paling tipis merupakan idaman kaum pria.

7. Gigi Hitam

gigi-hitam

Di Jepang, para perempuan mengguanakan cuka atau sake untuk menghitamkan gigi. Kemudian, agar gigi hitam terlihat lebih mengkilap, mereka juga mengoleskan kulit buah delima.

Di China, tradisi menghitamkan gigi bertujuan untuk menyembunyikan ekspresi mulut perempuan, seperti halnya kipas tangan yang biasanya digunakan untuk menutupi bibir.

Di Vietnam, seorang perempuan yang cantik digambarkan dengan rambut ikal, berlesung pipi, suaa merdu, dan gigi hitam mengkilap layaknya biji srikaya. Ya, gigi hitam ini sama sekali tidak menjijikan bagi mereka, malah dianggap sebagai simbol kecantikan. Tradisi menghitamkan gigi ini dilakukan pada masa lampau oleh para perempuan di kawasan Asia.

8. Kaki mengecil dengan mengikat terlalu ketat

kaki-kecil-300x212

Walaupun sekarang pengikatan kaki tidak lagi dilakukan dalam tradisi China, dampak dari tradisi yang berlangsung sejak tahun 1940-an ini bisa dilihat pada beberapa wanita tua di China. Mereka melakukannya dengan cara menekan dan mengikat telapak kaki mereka begitu ketat, kemudian menjahit perban tersebut. Hal ini justru dianggap erotis bagi pria China. Tapi di sisi lain juga dinilai membatasi ruang gerak wanita, baik secara harafiah atau sebagai simbol, misalnya membatasi ruang gerak mereka dalam dunia politik atau dalam konotasi yang lebih luas.

Nah, begitulah tadi info tentang kriteria ‘cantik’ wanita di berbagai negara guys. Tertarik mencoba nya?