5 Jenis Ular Paling Mematikan di Dunia

Saat mendengar kata ular, apa yang terlintas di pikiran anda? Mungkin setiap orang akan merasakan hal yang sama dengan lain nya bukan? Yah, pasti anda akan merasakan ketakutan dan merinding bukan main. Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis ular, namun hanya beberapa jenis saja yang sangat mematikan. Steamops.com ini akan mengulas beberapa jenis ular yang mematikan.

5. RATTLESNAKE

th (7)

Satu-satunya daftar ular dari benua Amerika, rattlesnake mempunyai senjata berbisa di ujung ekornya. Mereka sebenarnya bagian dari keluarga Pit Viper dan mampu mematokkan bisa hingga 2/3 panjang tubuh mereka. Anehnya, ular berusia lebih muda dianggap lebih berbahaya daripada ular dewasa, karena ketidakmampuan mereka untuk mengontrol jumlah racun yang disuntikkan. Kebanyakan spesies ular derik ini memiliki hemotoxic racun, menghancurkan jaringan, memperburuk sistem organ tubuh dan menyebabkan koagulopati (pembekuan darah terganggu). Beberapa bekas luka permanen sangat mungkin dengan cepat terjadi jika terkena gigitan ular jenis ini, pengobatan yang tidak efektif dapat menyebabkan hilangnya ekstremitas atau kematian. Salah satu gejala jika terkena gigitan ular jenis rattlesnake ini yaitu kesulitan bernapas, kelumpuhan, meneteskan air liur yang berlebihan dan pendarahan yang hebat. Dengan demikian, gigitan ular berbisa ini selalu berpotensi cedera fatal. Namun, ketika pengobatan diterapkan dalam waktu cepat, mengurangi tingkat kematian kurang dari 4%.

4. BLACK MAMBA

Black Mamba 3

Black Mamba banyak ditemukan di sebagian benua Afrika. Mereka dikenal sangat agresif dan menyerang dengan bisa yang mematikan. Mereka juga merupakan ular tanah tercepat di dunia, kecepatannya mampu mencapai hingga 20km/jam. Ular-ular yang menakutkan ini bisa menyerang hingga 12 kali berturut-turut. Gigitan black mamba mampu membunuh sebanyak 10-25 orang dewasa. Racun neurotoxin yang dihasilkan black mamba bertindak cepat. Gigitan nya menghasilkan rata-rata sekitar 100-120 mg racun neurotoxin. Jika racun mencapai pembuluh darah, 0.25 mg/kg cukup untuk membunuh seorang manusia. Gejala awal dari gigitan black mamba adalah nyeri di daerah gigitan, meskipun tidak separah gigitan ular dengan racun hemotoxic.

Korban kemudian mengalami sensasi kesemutan di mulut dan ekstremitas, penglihatan ganda, kebingungan parah, demam, air liur berlebihan (termasuk berbusa mulut dan hidung) dan ataksia (kurangnya kekuatan kontrol otot). Jika korban tidak cepat mendapat bantuan medis, gejala yang timbul yaitu sakit perut yang parah, mual dan muntah, pucat, shock dan kelumpuhan. Akhirnya, korban mengalami kejang-kejang, koma dan kematian. Tanpa antivenin, tingkat kematian mencapai hampir 100%, yang tertinggi dari semua jenis ular berbisa. Tergantung pada sifat dari gigitan, kematian dapat mencapai setiap saat antara 15 menit hingga 3 jam.

3. TAIPAN

The Taipan=04

Peserta lain dari Australia, racun ular jenis Taipan cukup kuat untuk membunuh hingga 12.000 babi guinea. Racun ular taipan ini akan menggumpal dan membekukan darah korban, memblokir vena atau pembuluh darah. Racun ini juga disebut sebagai racun neurotoxic. Sebelum munculnya antivenin, tidak ada korban yang diketahui selamat dari gigitan Taipan dan kematian biasanya terjadi dalam satu jam. Bahkan dengan munculnya antivenin, kebanyakan korban akan mendapat perawatan intensif. Ular taipan sebenarnya hewan tertutup dan pemalu. Setelah mengigit mangsa nya, taipan akan mundur dan menunggu mangsa nya mati sebelum memangsanya kembali. Ular ini termasuk salah satu ular tanah paling berbisa di dunia.

2. BLUE KRAIT

Blue-Krait-e1405381434127

Blue krait sering ditemukan di seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia. 50% gigitan dari blue krait sangat fatal dan mematikan, bahkan dengan adanya antivenin. Blue krait berburu dan membunuh ular lain, bahkan mereka salah satu hewan kanibal. Mereka mencari mangsa di malam hari dan lebih agresif dalam kegelapan. Namun, secara keseluruhan mereka cukup pemalu dan akan sering mencoba untuk menyembunyikan diri daripada melawan. Racun yang dihasilkan adalah neurotoxin, 16 kali lebih mematikan daripada Cobra. Racun ini dengan cepat menyebabkan kelumpuhan otot dengan diikuti gejala kram, getaran, kejang-kejang pada tubuh korban yang akhirnya mengalami kelumpuhan sebelum kematian. Untungnya, korban gigitan dari blue krait langka karena sifat nokturnal mereka. Sebelum pengembangan antivenin, tingkat kematian mencapai 85%. Bahkan jika antivenin diberikan pada korban dalam waktu yang cukup lama, Anda akan menghadapi kematian. Kematian biasanya terjadi dalam waktu 6-12 jam dari gigitan blue krait.

1. SEA SNAKE

sea-snake-2

Ular paling berbisa paling dikenal di dunia, beberapa miligram cukup kuat dan mampu membunuh 1000 orang! Wow cukup fantastis bukan? kurang dari 1/4 gigitan mereka menghasilkan racun dan mereka relatif jinak. Nelayan biasanya adalah korban gigitan ular ini, ketika mereka menarik jaring dari laut. Ditemukan di seluruh perairan Asia Tenggara dan Australia Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *